Proses Kalibrasi

Prosedur Kalibrasi : Prinsip Dasar, Syarat, Pedoman, dan SOP

Kalibrasi adalah proses untuk memastikan bahwa sebuah alat pengukur memberikan hasil yang akurat dan konsisten. Penting untuk melakukan kalibrasi secara rutin agar alat pengukur tetap terkalibrasi dan hasil pengukuran yang dihasilkan tetap akurat. Namun, dalam melakukan kalibrasi diperlukan prosedur yang benar agar hasil kalibrasi yang dihasilkan bisa diandalkan.

Prosedur kalibrasi terdiri dari beberapa langkah, antara lain persiapan alat yang akan dikalibrasi dan alat standar, pengecekan kondisi lingkungan, pengukuran alat standar, pengukuran alat yang akan dikalibrasi, dan perhitungan kesalahan kalibrasi serta tindakan perbaikan yang diperlukan. Selain itu, ada beberapa pedoman yang harus diikuti dalam melakukan kalibrasi, seperti melakukan pengukuran dengan konsisten dan mencatat semua hasil pengukuran. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas pada penjelasan berikut.

Mengenal Apa Itu Prosedur Kalibrasi

Prosedur kalibrasi adalah proses untuk memeriksa dan menyesuaikan pengukuran alat dengan menggunakan alat standar yang telah diketahui keakuratannya. Prosedur kalibrasi harus dilakukan secara teratur untuk memastikan bahwa alat pengukur memberikan hasil pengukuran yang akurat dan konsisten. Dalam menjalankan prosedur kalibrasi, perlu diikuti prinsip dasar dan persyaratan yang telah ditetapkan. Untuk lebih lengkapnya pada pembahasan berikut.

Prinsip Dasar

Prinsip dasar dalam kalibrasi terdiri dari empat elemen, yaitu objek ukur, standar ukur, operator/teknisi, dan lingkungan.

  • Objek ukur
    Objek ukur adalah benda atau alat yang akan diukur dengan menggunakan alat ukur. Obyek ukur harus sesuai dengan spesifikasi dan kondisi yang telah ditetapkan sehingga hasil pengukuran dapat menjadi akurat dan konsisten.
  • Standar ukur
    Standar ukur adalah alat ukur yang telah dikalibrasi dengan menggunakan metode yang telah diakui dan diketahui keakuratannya. Standar ukur digunakan sebagai patokan untuk mengkalibrasi alat pengukur agar memberikan hasil pengukuran yang akurat.
  • Operator / Teknisi
    Operator/teknisi adalah orang yang melakukan prosedur kalibrasi pada alat pengukur. Operator/teknisi harus memiliki sertifikasi resmi dan terlatih dalam melakukan prosedur kalibrasi.
  • Lingkungan
    Lingkungan adalah kondisi lingkungan di mana prosedur kalibrasi dilakukan. Lingkungan yang baik dan terkontrol dapat meminimalkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran, seperti suhu, kelembaban, dan radiasi.

Syarat

Selain prinsip dasar, prosedur kalibrasi juga memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi agar dapat menghasilkan pengukuran yang akurat dan konsisten. Syarat-syarat ini antara lain:

  • Standar acuan dapat ditelusuri sampai ke standar nasional atau internasional
    Standar acuan dapat ditelusuri sampai ke standar nasional atau internasional. Standar acuan harus memiliki akurasi dan ketelitian yang teruji dan terbukti melalui proses kalibrasi.
  • Metode kalibrasi yang digunakan telah diakui baik dalam skala nasional maupun internasional
    Metode kalibrasi yang digunakan telah diakui baik dalam skala nasional maupun internasional. Metode kalibrasi harus memenuhi standar internasional dan telah diakui secara luas di kalangan praktisi industri.
  • Memiliki personil kalibrasi yang terlatih, dengan dibuktikannya sertifikasi dari laboratorium yang sudah terakreditasi
    Personil kalibrasi harus terlatih dan memiliki sertifikasi dari laboratorium yang sudah terakreditasi. Personil kalibrasi harus memahami prosedur kalibrasi dengan baik dan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kesalahan pengukuran dan mengatasi masalah yang mungkin terjadi selama proses kalibrasi.
  • Didukung dengan alat kalibrasi yang sangat baik atau tidak mengalami kerusakan, dan
    Alat kalibrasi harus sangat baik atau tidak mengalami kerusakan. Alat kalibrasi harus dikalibrasi secara berkala untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang diberikan akurat dan konsisten.
  • Memiliki ruangan yang terkondisikan sebagai tempat berlangsungnya proses kalibrasi.
    Proses kalibrasi harus dilakukan di ruangan yang terkondisikan. Ruangan tersebut harus memiliki suhu, kelembaban, dan radiasi yang terkontrol untuk meminimalkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran.

Sop Kalibrasi yang Perlu Diketahui

SOP (Standard Operating Procedure) atau Prosedur Operasional Standar untuk kalibrasi sangat penting untuk dipahami dan diikuti oleh semua personil yang terlibat dalam proses kalibrasi. Berikut adalah beberapa poin penting dalam SOP kalibrasi yang perlu diketahui:

  1. Identifikasi alat yang akan dikalibrasi
    Setiap alat yang akan dikalibrasi harus diidentifikasi dengan jelas, termasuk merek, tipe, dan nomor seri. Setelah identifikasi dilakukan maka kita juga perlu mengisi form pengajuan kalibrasi yang disediakan oleh penyedia jasa kalibrasi.
  2. Persiapan sebelum kalibrasi
    Sebelum memulai kalibrasi, pastikan bahwa alat yang akan dikalibrasi sudah dalam keadaan yang siap dan tidak mengalami kerusakan atau cacat yang dapat mempengaruhi hasil kalibrasi.
  3. Kalibrasi
    Ikuti metode kalibrasi yang telah ditentukan dan pastikan bahwa semua pengukuran dilakukan dengan benar dan sesuai dengan standar. Jika terjadi kesalahan atau ketidakpastian selama proses kalibrasi, catat dan laporkan segera.
  4. Pengujian ulang
    Setelah selesai melakukan kalibrasi, lakukan pengujian ulang untuk memastikan bahwa alat sudah terkalibrasi dengan benar dan menghasilkan pengukuran yang akurat dan konsisten.
  5. Laporan hasil kalibrasi
    Hasil kalibrasi harus dilaporkan secara tertulis dengan jelas dan lengkap, termasuk hasil pengukuran, tanggal kalibrasi, dan tanda tangan dari teknisi kalibrasi, yang biasanya ada pada kartu kontrol kalibrasi, juga pada laporan hasil kalibrasi. Laporan ini harus disimpan dengan aman dan mudah diakses jika diperlukan.

Pedoman Kalibrasi pada Alat Kesehatan

Pedoman Kalibrasi Pada Alat Kesehatan merupakan panduan atau acuan untuk melakukan pengujian dan kalibrasi pada alat-alat kesehatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa alat-alat kesehatan yang digunakan dapat memberikan hasil yang akurat dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Dalam pedoman kalibrasi pada alat kesehatan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah:

  • Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan
    Pengujian dan kalibrasi pada alat kesehatan harus dilakukan secara teratur untuk memastikan bahwa alat tersebut berfungsi dengan baik dan memberikan hasil yang akurat. Prosedur pengujian dan kalibrasi harus sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh institusi penguji dan penguji rujukan alat kesehatan.
  • Institusi Penguji dan Penguji Rujukan Alat Kesehatan
    Institusi penguji dan penguji rujukan alat kesehatan merupakan lembaga yang ditunjuk untuk melakukan pengujian dan kalibrasi pada alat-alat kesehatan. Institusi ini harus memiliki sertifikasi dan akreditasi yang sah dari lembaga yang berwenang. Pengujian dan kalibrasi yang dilakukan oleh institusi ini harus dilakukan dengan menggunakan standar yang telah diakui secara nasional maupun internasional.

Kesimpulan

Dapat kita simpulkan bahwa Prosedur kalibrasi terdiri dari beberapa langkah, seperti persiapan alat yang akan dikalibrasi dan alat standar, pengecekan kondisi lingkungan, pengukuran alat standar, pengukuran alat yang akan dikalibrasi, dan perhitungan kesalahan kalibrasi serta tindakan perbaikan yang diperlukan. Dalam melakukan kalibrasi, perlu diikuti prinsip dasar dan persyaratan yang telah ditetapkan, seperti objek ukur, standar ukur, operator/teknisi, dan lingkungan.

Selain itu, syarat-syarat juga harus dipenuhi, seperti standar acuan yang dapat ditelusuri, metode kalibrasi yang diakui, personil kalibrasi yang terlatih, alat kalibrasi yang baik, dan ruangan yang terkondisikan. Melakukan kalibrasi secara teratur sangat penting untuk memastikan alat pengukur tetap terkalibrasi dan memberikan hasil pengukuran yang akurat.