Informasi

Perbedaan Kalibrasi dan Adjustment Dilihat Dari Segi Fungsinya

Kegiatan yang berkaitan dengan industri jelas saat ini banyak sekali memanfaatkan alat ukur. Dengan adanya alat ukur ini sudah tentu kegiatan-kegiatan tersebut dapat terbantu dengan baik serta cepat. Berkaitan dengan penggunaan alat ukur tentunya tidak jauh dengan kalibrasi dan juga adjusment. Lantas apa sih kalibrasi dan adjustment itu sendiri dan fungsi serta gunanya dalam kegiatan industri terlebih untuk alat ukur?

Pertanyaan seperti itu wajar muncul terlebih bagi orang yang awam mengenai kalibrasi serta adjustment. Keduanya jelas memiliki peranan penting di dalam kegiatan industri serta dibutuhkan. Kalibrasi dan juga adjustement ini memang memiliki fungsi dan juga arti serta kegunaan yang berbeda. Namun bisa dikatakan keduanya memiliki keterikatan dalam penggunaan dan juga pengaplikasiannya. Untuk itulah mari kita simak mengenai perbedaan antara kalibrasi dan adjustment lebih lengkap berikut ini.

Kalibrasi

Mengacu pada ISO/IEC Guide 17025:2005 sendiri menerangkan bahwa kalibrasi merupakan serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukan oleh instrument ukur dengan nilai yang sudah diketahui besarannya dalam kondisi tertentu. Kalibrasi sendiri dengan kata lain merupakan kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional dengan membandingkan terhadap standar nasional ataupun internasional.

Banyak sekali fungsi dari adanya dan dilakukannya kalibrasi ini terlebih dalam kegiatan industri. Berikut merupakan beberapa fungsi dari kalibrasi terlebih untuk alat ukur yang sering digunakan :

Fungsi

Adanya kalibrasi pada alat ukur sendiri terbilang cukup penting dan dibutuhkan. Terdapat cukup banyak fungsi yang akan diperoleh dari adanya proses kalibrasi seperti berikut :

  • Dengan dilakukannya kalibrasi, jelas mampu untuk menjaga kondisi dan fungsi alat ukur.
  • Hasil ukur alat ukur juga akan tetap terjaga keakuratan serta tetap selalu sesuai regulasi nasional maupun internasional.
  • Mampu untuk menentukan penyimpangan (deviasi) dari nilai ketetapan.
  • Mengurangi resiko terjadinya kerusakan alat ukur dan juga menghindari terjadinya resiko kecelakaan kerja karena malfungsi pada alat ukur secara tiba-tiba.

Adjustment

Tentunya berbeda dari kalibrasi, adjusment sendiri merupakan proses mengembalikan suatu alat ukur ke dalam suatu keadaan kerja yang tentunya sesuai dengan kegunaannya. Dengan kata lain adjustment ini dilakukan ketika alat ukur mengalami penyimpangan, nah akan dikembalikan sesuai dengan kegunaannya atau kita lebih mengenalnya dengan “penyetelan ulang”.

Namun tentunya penyetelan ulang ini membutuhkan adanya quality control yang baik dan benar. Sudah tentu adjustment ini memiliki peran yang juga terbilang cukup penting dalam kegiatan industri yang menggunakan alat ukur. Maka dari itulah mengapa adjustement juga perlu untuk dilakukan serta diterapkan di beberapa jenis alat ukur.

Fungsi

Dengan adanya adjustment ini sudah tentu akan cukup membantu kegiatan terlebih untuk mengembalikan fungsi alat ukur sesuai dengan kegunaannya. Berikut ini merupakan fungsi dari adjustment :

  • Jelas fungsi utama dari dilakukannya adjustment ini untuk mengembalikan settingan alat ukur sesuai kegunaannya / penyetelan ulang.
  • Untuk membuat alat ukur memiliki fungsi dan kegunaan sesuai dengan keterbacaannya.
  • Menjadikan Alat ukur kembali ke settingan awal atau fungsi awal.

Kesimpulan

Dengan adanya penjelasan diatas mengenai perbedaan kalibrasi dan adjustment secara fungsi didapatkan bahwa kalibrasi dilakukan untuk menjaga fungsi dan hasil ukur tetap akurat. Sedangkan untuk adjustment sendiri dilakukan untuk mengembalikan alat ukur sesuai dengan kegunaannya / penyetelan ulang. Selain itu kalibrasi juga mampu untuk mengetahui apabila terjadi penyimpangan hasil ukur, sedangkan adjustment tidak.

Walaupun sebenarnya ketiga-tiganya memang saling berkesinambungan untuk alat ukur. Tidak menutup kemungkinan perbedaan kalibrasi dan quality control juga perlu kita ketahui.