Proses Kalibrasi

Form Pengajuan Kalibrasi : Pengertian, Tujuan, dan Contoh

Kalibrasi adalah proses membandingkan nilai pengukuran dari suatu alat atau perangkat dengan standar yang terukur dan terjamin keakuratannya, untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang diberikan oleh alat tersebut akurat dan dapat dipercaya.

Dengan melakukan kalibrasi, kita dapat memastikan bahwa alat atau perangkat yang digunakan memberikan hasil pengukuran yang akurat, sehingga dapat meminimalkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Untuk melakukan kalibrasi, diperlukan sebuah form pengajuan kalibrasi yang harus diisi dan dikirimkan ke laboratorium kalibrasi yang bertanggung jawab. Form ini berisi informasi tentang perusahaan yang meminta kalibrasi, alat ukur yang akan dikalibrasi, serta informasi lain yang dibutuhkan oleh laboratorium kalibrasi.

Apa Itu Form Pengajuan Kalibrasi?

Form Pengajuan Kalibrasi adalah formulir yang digunakan untuk mengajukan permintaan kalibrasi pada alat ukur atau instrumen pengukuran yang digunakan dalam suatu proses produksi atau pengujian.

Kalibrasi adalah proses membandingkan hasil pengukuran dari alat ukur dengan standar yang terukur secara akurat dan memiliki ketelitian yang telah ditentukan, sehingga dapat menentukan apakah alat ukur tersebut memberikan hasil yang akurat atau tidak.

Dalam form ini, biasanya terdapat informasi mengenai identitas alat ukur, termasuk merek, model, nomor seri, dan jenis alat ukur. Selain itu, juga akan terdapat informasi mengenai tujuan kalibrasi, seperti apakah untuk memenuhi persyaratan standar industri atau untuk memastikan keakuratan hasil pengukuran.

Apa Tujuan Pengajuan Kalibrasi?

Tujuan pengajuan kalibrasi adalah untuk memastikan bahwa alat ukur atau instrumen dapat memberikan hasil pengukuran yang akurat dan konsisten. Dalam kalibrasi, alat ukur atau instrumen diuji dengan menggunakan standar referensi yang diketahui nilai akuratnya.

Jika alat ukur atau instrumen tidak memberikan hasil pengukuran yang sesuai dengan standar referensi, maka perlu dilakukan perbaikan atau penyesuaian pada alat ukur tersebut agar kembali sesuai dengan standar referensi.

Dengan melakukan kalibrasi secara berkala, dapat memastikan bahwa alat ukur atau instrumen selalu memberikan hasil pengukuran yang akurat dan dapat diandalkan. Hal ini sangat penting dalam berbagai bidang, seperti industri, laboratorium, atau pengukuran lingkungan, di mana ketepatan hasil pengukuran dapat berdampak signifikan pada keamanan dan kesehatan manusia, serta lingkungan.

Contoh Form Pengajuan Kalibrasi

Untuk dapat tahu cara pembuatan form pengajuan kalibrasi yang benar, tentunya kita harus memiliki contoh surat permohonan kalibrasi dengan pedoman dan format yang tepat, hal ini tentunya berdampak pada kelancaran proses kalibrasi.

Berikut adalah beberapa poin penting yang harus ada pada form pengajuan kalibrasi, beserta gambarnya.

  • Kop Surat
  • Nama Kota, Tanggal dibuatnya surat
  • Nomor Surat
  • Lampiran
  • Hal : Permohonan Kalibrasi
  • Kepada Yth (karena menunjuk instansi bukan orang)
  • Alamat Instansi
  • Pembuka (Misalnya; Dengan Hormat)
  • Menyebutkan nama pemilik alat ukur atau pimpinan perusahaan
  • Isi dengan menyampaikan maksud ditulisnya surat
  • Tanda tangan dan nama terang
  • Melampirkan daftar alat yang dikalibrasi

contoh form pengajuan kalibrasi alat ukur

Kesimpulan

Kesimpulannya, dengan pengisian form pengajuan kalibrasi yang tepat, laboratorium kalibrasi dapat dengan mudah melakukan kalibrasi dan mengembalikan alat ukur yang telah terkalibrasi ke pemiliknya dalam waktu yang singkat, sehingga dapat kembali digunakan untuk proses produksi atau pengujian yang diinginkan.

Hal ini menjadi penting dalam menjalankan prosedur yang sudah ada, alasannya dengan adanya form pengajuan kalibrasi ini dapat memperlancar proses kalibrasi yang hendak berjalan, selain itu juga dapat membantu mencapai tujuan dalam proses kalibrasi, yaitu diharapkan bahwa alat ukur atau instrumen pengukuran yang digunakan memberikan hasil pengukuran yang akurat dan dapat diandalkan sesuai.